Sindrom Stockholm adalah sebuah fenomena dari ilmu psikologi, sindrom ini manakala korban yang mendapat penganiayaan melihat pelaku penganiayaan dan bahkan melindungi pelaku penganiayaan. (teman-teman masih bingung ya?

nama sindrom Stockholm berasal dari peristiwa perampokan bank pada 23-28 Agustus 1973 di Norrmalmstorg, Stockholm, Swedia. Pada peristiwa ini perampok bank yang bernama Jan-Erik Olsson dan Clark Olofsson menyekap korban selama 6 hari. Dan selama penyekapan 6 hari itu melahirkan semacam hubungan emosional yang membuat korban terpikat kepada penyandera sehingga menolak bantuan dari aparat polisi yang hendak membebaskannya. Bahkan setelah bebas, para korban membela para penyanderanya. Sandera yang bernama Kristin bahkan jatuh cinta dengan salah satu perampok dan membatalkan pertunangan dengan pacarnya setelah dibebaskan. Aneh kan ~~”…
Dengan kata lain, sindrom Stockholm adalah fenomena psikologi dimana sandera menunjukkan simpati dan empati serta perasaan positif terhadap penyandera.
Istilah sindrom Stockholm digulirkan oleh seorang kriminolog dan psikiater Nils Bejerot yang membantu polisi dalam kasus perampokan tersebut.
Sindrom Stockholm terjadi di beberapa kasus di seluruh dunia, antara lain:

* Natascha Kampusch, seorang anak perempuan Austria berusia 10 tahun diculik oleh Wolfgang Priklopil sebelum melarikan diri saat umur 18 tahun 2006, menunjukkan tanda-tanda telah menderita sindrom Stockholm, seperti dibuktikan dengan kesedihannya setelah penculiknya bunuh diri.
**Colleen Stan, disandera hidup-hidup dari 1977 hingga 1984 oleh Cameron dan Janice Hooker di dalam boks kayu yang terkunci. Dia tidur di dalam boks berbentuk seperti peti mati di bawah ranjang tidur Hooker. Selama penyanderaan itu, Colleen berkali-kali disiksa dan diserang secara seksual. Colleen Stan tidak pernah kabur, walaupun sepertinya ada kesempatan dia dapat melarikan diri.
Sindrom Stockholm juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari disekitar kita misalnya :
seorang istri yang sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari suaminya tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena dia merasa suaminya adalah orang yang menerima dia secara baik. Jadi, di dalam dinamika kehidupan seperti itulah maka seseorang yang mengalami kekerasan dan memutuskan pergi dari orang yang melakukan kekerasan itu sering mendapat gangguan jiwa karena merasa bersalah. terdapat perasaan dan pikiran dalam dirinya yang menyatakan “Mengapa aku meninggalkan suamiku? atau Mengapa aku melaporkan suami ku?”
Jadi kesimpulannya, sindrom ini terjadi karena adanya semacam perasaan simpati dan empati korban kepada pelaku. Dan dalam pemulihannya,para korban butuh waktu dan terapi secara teratur.
Sindrom Stockholm ini juga memberi inspirasi kepada beberapa band dunia dan para sutradara box office dunia dalam mempublikasi sindrom ini..
seperti :
– Muse mengeluarkan judul lagu “Stockholm Syndrome”
-Blink 182 mengeluarkan lagu berjudul Stockholm Syndrome
- Terbentuknya band metal rock dengan nama “Stockholm Syndrome”
-Film Die Hard memberikan referensi pada sindrom Stockholm
-Film James Bond tahun 1999 "The World Is Not Enough" menceritakan tentang sindrom Stockholm.
dan berikut adalah cuplikan lagu berjudul Stockholm Syndrome dari Muse :
http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=9wV9_je85DE
Referensi :
Thanks to:
– Koran Kompas 8 Februari 2013
- Om Google
- Mas Youtube
- dan para psikiolog
Tidak ada komentar:
Posting Komentar